Pengurangan PPh Pasal 25: Kini Lebih Mudah

Wajib Pajak yang mengalami penurunan usaha di tahun 2009 -selain bank, BUMN/D, Wajib Pajak masuk bursa, dan Wajib Pajak lainnya yang harus membuat laporan keuangan berkala- kini dapat dengan mudahnya memperoleh pengurangan PPh Pasal 25 (Pajak Penghasilan yang harus dibayar dalam tahun pajak berjalan). Hal ini terutama berlaku untuk masa Januari-Juni 2009.

Pengurangan untuk Masa Januari-Juni 2009

Periode ini dikatakan mudah karena prosedurnya hanyalah menyampaikan pemberitahuan tertulis yang ditandangani oleh Pengurus/Direksi. Pemberitahuan yang disampaikan pun tidak akan dievaluasi oleh KPP (Kantor Pelayanan Pajak). Namun pemberitahuan tersebut harus disampaikan kepada Kepala KPP paling lambat 30 April 2009 dan dilampiri dengan:

  1. Penghitungan PPh yang terutang berdasarkan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2008/perhitungan sementara PPh terutang tahun 2008; dan
  2. Perkiraan penghitungan PPh yang akan terutang tahun 2009.

Jika pemberitahuan telah dilengkapi dengan lampiran yang dipersyaratkan, maka Wajib Pajak berhak mengenyam pengurangan PPh Pasal 25 hingga 25% dari PPh Pasal 25 Bulan Desember 2008, Atau jika SPT Tahunan PPh Tahun 2008 sudah dilaporkan atau dilaporkan setelah pemberitahuan tertulis disampaikan, pengurangan sebesar 25% dihitung dari SPT Tahun Pajak 2008 yang dilaporkan.

Di masa lalu pemberitahuan saja tidak cukup. Untuk mendapatkan pengurangan PPh Pasal 25, Wajib Pajak harus mengajukan permohonan yang notebene perlu menunggu keputusan lebih lanjut dari Kepala KPP di mana Wajib Pajak terdaftar.

Pengurangan untuk Masa Juli-Desember 2009

Untuk masa ini prosedurnya lebih sulit. Wajib Pajak harus terlebih dahulu mengajukan permohonan untuk memperoleh keputusan dari Kepala KPP. Namun pengurangan yang diberikan dapat mencapai 75% dari PPh yang terutang yang menjadi dasar perhitungan besarnya PPh Pasal 25 masa pajak Januari-Juni 2009.

Selain itu, permohonan yang diajukan harus menunjukkan bahwa besarnya PPh yang akan terutang untuk tahun 2009 kurang dari 75% dari PPh yang menjadi dasar perhitungan PPh Pasal 25 Masa Januari-Juni 2009. Permohonan juga wajib dilengkapi dengan perkiraan penghitungan besarnya PPh yang akan terutang pada tahun 2009.

Terhadap permohonan yang telah lengkap, pihak KPP di mana Wajib Pajak terdaftar akan melakukan evaluasi dan akan menerbitkan surat keputusan dalam jangka waktu 15 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap. Bila jangka waktu tersebut telah lewat, permohonan dianggap dikabulkan dan Kepala KPP harus menerbitkan surat keputusan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak jangka waktu penerbitan surat keputusan berakhir.

Tertarik untuk mengurangi PPh Pasal 25 untuk tahun 2009? Silahkan saja. Tapi kami ingatkan bahwa tarif pajak dan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) yang digunakan untuk menghitung PPh Pasal 25 tahun 2009 harus sesuai dengan UU PPh terbaru (UU No. 36 Tahun 2008). Tidak hanya itu saja, jika peredaran bruto suatu Wajib Pajak Badan tidak lebih dari Rp 50 Milyar, maka Wajib Pajak tersebut berhak mendapat pengurangan tarif sebesar 50% atas bagian peredaran bruto sampai dengan Rp 4,8 Milyar.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s